Jumat, 28 Maret 2014

Puisi

Seperti Burung
2 ekor burung manis terbang dari sebuah pohon
Menukik di atas genting
Dan menyanyi dengan merdu
Dan mempesona
Penuh canda tawa
                Perlahan kepakkan sayap
                Terbang penuh sukacita
                Sebebas-bebasnya
                Membubung tinggi
                Menembus angin dingin
                Menembus segala penjuru mata angin
                Dan menembus langit yang tinggi
Tak terkekang oleh sangkar besi
Tak terhalang pagar kawat
Tajam berjeruji
                Oh…..
                Burung
                Andaikanku sepertimu
                Bebas dari pagar disekelilingku
                Kan kuhirup udara segar

                Kan kusapa mentari pagi dengan senyuman

LITTO (Litle story)

Forbidden Love

       Kata orang di musim semi bunga bermekaran, tetapi meskipun musim gugur bagiku bunga tetap bermekaran. Mengapa? karena kau telah menyuburkan bunga cinta dihatiku. Mendengar suaramu, melihat senyumanmu, tawamu membuat hidupku penuh warna.
           Entah, aku tak tau apa yang membuat aku merasakan apa itu cinta. Aku selalu berharap kau dan aku terus bersama untuk selamanya.
           Tapi...............
           BLARR
           Bagaikan suara petir dasyat menghancurkan bunga dihatiku, setelah aku tahu bahwa kau adalah adik bungsu ayahku. Haruskah aku mempertahankan rasa ini??